Jumat, 07 November 2025

AGRESI MILITER II PADA 19 DESEMBER 1948

 Setelah Belanda melancarkan Agresi Militer II pada 19 Desember 1948, ibu kota Yogyakarta diserang dan para pemimpin Republik Indonesia ditangkap. Namun, Jenderal Sudirman, meskipun sedang sakit parah akibat TBC, menolak menyerah. Ia bersikeras untuk memimpin perang gerilya demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.



Dengan tubuh yang lemah dan paru-paru rusak, Sudirman tetap memimpin pasukannya keluar dari kota. Ia ditandu di atas usungan bambu, menembus hutan, gunung, dan sungai, selama berbulan-bulan di tengah hujan, dingin, dan kelaparan.


Para prajurit sering kali menangis melihat keteguhan beliau, yang tetap tersenyum meski tubuhnya menggigil. Ketika ada yang memintanya berhenti dan beristirahat, Sudirman berkata:


“Selama rakyat masih berjuang, selama itu pula saya akan tetap memimpin.”


Perjalanan gerilyanya berlangsung sekitar 7 bulan (Desember 1948 – Juli 1949). Di tengah penderitaan, semangatnya justru semakin menguatkan para pejuang di seluruh Indonesia untuk terus melawan Belanda.


Ketika akhirnya Belanda terdesak dan mengakui kedaulatan Indonesia, Jenderal Sudirman kembali ke Yogyakarta. Tubuhnya semakin lemah, dan tak lama kemudian, pada 29 Januari 1950, beliau wafat dalam usia muda — 34 tahun.

 

#jendralsoedirman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BELANDA SIAPKAN KURSI EMPUK, PUTRA PAPUA INI JUSTRU MEMILIH SETIA PADA MERAH PUTIH

 BELANDA SIAPKAN KURSI EMPUK, PUTRA PAPUA INI JUSTRU MEMILIH SETIA PADA MERAH PUTIH Bagi sebagian orang, kekuasaan adalah tujuan akhir. Namu...